Kewajiban istri disana
disebutkan seakan hanya
pelampiasan nafsu
seksualitas.suaminya
saja, kalau suami minta
untuk berhubungan
badan, haruslah ditaati
saat itu, karena itu hak
suami yang terbesar,
dengan mengemukakan
dalil yang memang dalil
tersebut cukup kuat.
Cukup banyak dalil dalam
hadits asshahihah yang
mengecam para istri,
sampai-sampai shalatnya
tidak akan diterima,
malaikat akan marah
sama sang istri sampai
pagi apabila istri tersebut
menolak ajakan suaminya
pada malam hari itu. Kita
tak akan memungkiri
hadits shahih tersebut
(siapa lagi yang
menolaknya?) mungkin
kita lupa, atau pura-pura
dilupakan kali yah. Kalau
hak istimta'(bersenang-
senang itu), bukan hanya
miliknya sang suami saja.
Hak istimta' (jima')
adalah hak tabadul(saling
memiliki, bergantian),
diantara keduanya.
hadits shahih yang mana
Rasulullah mengecam
akan para lelaki yang
sibuk dengan ibadah
semata, dan melupakan
kewajibannya terhadap
keluarganya? Juga
apakah kita lupa akan
sabda Rasulullah kepada
sahabat Abdullah bin
'Amr bin 'Ash,
diriwayatkan dalam kitab
shahih Bukhari :"Wahai
Abdullah, dikhabarkan
kepadaku, bahwasanya
engkau puasa disiang
hari, dan shalat dimalam
hari(tahajjud)? Maka
Abdullah berkata, "Iyah,
benar wahai rasulullah".
Apa tanggapan Rasulullah
saat itu? :"Jangan engkau
lakukan itu, puasalah dan
juga berbukalah,
shalatlah, tapi tidur juga,
karena apa? Karena
tubuh kamu punya hak
atas kamu(untuk
istirahat), mata kamu
juga, istri kamu juga,
tetangga kamu juga(H.R
BUkhari kitab puasa, bab
hak tubuh dalam hal
berpuasa).Dan juga,
apakah kita lupa, hak
tabadul juga, bukan
suami saja yang
mendapatkan pemanasan
dari sang istri sebelum
jima', namun seorang
suami dianjurkan sebelum
menggauli istrinya
mendapatkan ,
almudaa'abah,
mulaamasah, istilah
kerennya (pemanasan)
dulu. Dimain-mainkan
dulu disentuh, dikecup,
Bukankah hal ini untuk
kesenangan sang istri?
Jadi,mendapatkan
kesenangan, bukanlah
semata hak suami saja,
tetapi hak yangtabadul
(saling bergantian).
Sebagaimana sang suami
berhak mendapatkan
kesenangan dalam hal
jima', begitu pulalah
seorang istripun berhak
mendapatkan
kesenangan yang sama.
Bagi sang istri haknya
terhadap suami adalah
nafkah, dan sebaliknya
kewajiban suami adalah
memberikan nafkah, dan
sesuai dengan
kemampuan sang suami,
sebab Allah berfirman
"'alal muusi'I qadaruhu,
wa'alal muqtiri
qadaruhu", bagi yang tak
mampu yang sesuai
dengan
kemampuannyalah, bagi
yang kayapun begitu
juga, jangan miskin
dipaksakan sampai
menghutang sana sini
demi membahagiakan
istri,
korupsi, mencuri demi
memberikan pelayanan
yang terbaik untuk istri,
ini
mah,..salah kaprah. Atau
kaya, tetapi pelit, ini mah
suami keterlaluan.
Sekarang, secara spesifik
mari kita lihat, hak suami
dari istri, alias kewajiban
istri terhadap suaminya
ada tiga kategori. Dan
tiga kategori ini bisa
mencakup
keseluruhannya.
1. Kewajiban istri taat
pada suami. (Lihat Q.S
Annisa ayat 34).
Inilah sebesar-besar hak
suami dari istrinya dan
kewajiban istri terhadap
suaminya. Yakni :"ta'at
kepada suaminya".
Sangat banyak hadits-
hadits shahih yang
mendukung akan hal ini.
Sebenarnya dari yang
satu ini saja sudah
mencakupi keseluruhan
hak-hak suami pada
istrinya.
Dalam Alquran dan
bahasa Arab, ada yang
diistilahkan jami'ul kulum
(satu lafaz yang singkat
mencakup keseluruhan
makna).
Dari kata "ta'at" saja,
sudah mencakup disana
kewajiban sang istri,
bukan hanya sekedar
istim'ta(jima'), tetapi
juga urusan memasak,
mencuci, menggosok,
ngepel dan sebagainya
itu dalam hal urusan RT.
Kenapa? Bagaimana,
kalau sang suami
meminta sang istri
masak, cuci gosok
dirumah, apakah kita
tidak mau, dengan alasan
bukan kewajiban kita,
karena tidak ada
perintah baik dalam
AlQuran maupun
hadits yang mewajibkan
hal itu secara dhahir
(nyata), lafaznya?lantas,
bagaimana dengan
kewajiban utama sang
istri pada suami, yakni
Ta'at(ta'at sepanjang
bukan ma'siat pda Allah
Ta'ala
.kalau itu jawaban sang
istri. Karena tidak adanya
nash sharih akan
kewajiban cuci, masak
ngepel dllnya.Mari sama-
sama kita jawab:
Bagaimana dengan
perintah sang istri wajib
ta'at pada suaminya?
Kalau suami suruh masak
gimana?
Kemudian, coba kita lihat
qaedah Fiqh/ushul
fiqh :"Al 'aadah
muhakkamatun"(Kebiasaan
suatu tempat/daerah
menjadi hukum).
Kembali ke pembicaraan
semula.Sudah menjadi
kebiasaan di dunia ini,
baik di negeri Arab
sendiri ataupun diluar
Arab, bahwa yang
mengerjakan pekerjaan
rumah adalah sang istri.
Bukan suami. Suami
kerjanya mencari nafkah,
ini dah harga mati dari
Allah Ta'ala.
Sebagaimana harga mati
juga, kalau Al qawwamah
(kepemimpinan), berada
di tangan sang suami.
Kalau Al qawwamah
berada ditangan istri,
maka terbaliklah dunia.
Atas jadi bawah, bawah
jadi atas. Sang suami pula
yang disuruh masak, cuci
ngepel, dimana lagi letak
kepemimpinan suami
kalau begitu. Apakah
dengan alasan, bahwa
kewajiban sang suami
menyediakan makan,
pakaian, tempat tinggal,
jadi sang istri tinggal
terima beres. Makanan
yang diberikan sudah jadi
begitu? Enak banget. Itu
namanya sang istri
pemimpin, ia yang jadi
Raja kalau begitu.
Ohh..alasannya katanya
kan makanan kewajiban
suami terhadap istri.
nah dengan hal tersebut
suami harus menyadari,
letihnya istri yang
mengandung. kan tidak
harus jima, bisa juga istri
memainkan dengan
tangannya kemaluan
suami.jadi saling
mengertilah kalau
istrinya letih.
wallohu'alam
Tampilkan postingan dengan label MASA_HAMIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MASA_HAMIL. Tampilkan semua postingan
Senin, 27 Desember 2010
ISTRI HAMIL BOLEHKAH MELAYANI ISTRI.??
Jumat, 24 Desember 2010
MITOS-MITOS SAAT MASA HAMIL
assalamualaikum wr wb..
p'ustad,srg sy dgr dr kiri
dan kanan bahkan dr
org2 tua dulu klo kita
sedang hamil jgn
mempersiapkan apapun
terlebih dahulu sebelum
usia kandungan
7bln..bagaimana
pandangan islam tentang
hal ini???
satu gy p'ustad..ketika
hamil katanya kita tdk
boleh bicarangan
sembarangan dan harus
bilang amit2 ketika
kelepasan ngomong
sesuatu..apa maksudnya
itu ya pa??terima kasih
p'jelasan'y..
wassalamualaikum wr
wb..
02 Oktober jam 13:08 · Suka
Tanya Jawab Masalah
Islam Waalaikum
salam,wr,wb.
Kehamilan adalah
karunia Allah dan nikmat
tersendiri bagi wanita.
Kebahagiaan yang
tentunya sangat
diidamkan oleh setiap
keluarga, kehadiran si
buah hati yang dinanti.
Saat seorang wanita
hamil, biasanya akan
banyak diberi nasihat
oleh kerabat, keluarga,
teman juga dari orang
sekelilingnya, tentang
pantangan dan keharusan
selama masa kehamilan.
Walaupun maksud
mereka adalah demi
kebaikan, tetapi tidak
semua dari nasihat
kehamilan itu benar
secara medis maupun
ilmiah. Karena
kebanyakan hanya
berdasarkan mitos atau
kepercayan turun-
temurun yang jauh dari
kenyataan.
Oleh karenanya bila anda
hamil sebaiknya selalu
menyampaikan informasi
yang anda dapatkan
kepada dokter atau
referensi buku yang
dapat dipercaya,
sehingga anda
mengetahui apa
kebenarannya. Jangan
hanya mengikuti sesuatu
yang anda sendiri tidak
mengetahui alasan dan
kenyataannya.
…Jangan hanya mengikuti
sesuatu yang anda sendiri
tidak mengetahui alasan
dan kenyataannya …
Inilah beberapa fakta
penangkis mitos seputar
kehamilan:
1. Tidak boleh memotong
atau menjahit baju.
Mitos: Tidak boleh
memotong atau menjahit
baju selama kehamilan
atau anak akan lahir
dengan bibir sumbing.
Fakta: Bibir sumbing
biasanya karena
pengaruh obat-obatan
yang diminum ibu saat
hamil, efek radiasi atau
faktor genetic. Oleh
karenanya x-ray tidak
dilakukan selama
kehamilan kecuali atas
indikasi tertentu.
2. Minuman dari kacang
kedelai (susu kacang)
akan membuat kulit bayi
berwarna putih.
Mitos: minum susu
kacang atau makanan
dari kacang kedelai akan
membuat bayi berkulit
putih.
Fakta: warna kulit
seseorang dipengaruhi
oleh faktor genetika ayah
dan ibunya, bukan dari
susu kedelai.
3. Jeruk akan
meningkatkan lendir
pada bayi dan resiko
kuning pada bayi baru
lahir.
Mitos: Jangan makan
jeruk terlalu sering akan
meningkatkan lendir
pada paru bayi dan resiko
kuning saat bayi lahir.
Fakta: Jeruk adalah
sumber vitamin C dan
serat yang baik.
4. Minum air es akan
menyebabkan bayi besar.
Mitos: Sering minum es
saat hamil menyebabkan
bayi besar dan akan sulit
lahir.
Fakta: Bayi besar
biasanya berhubungan
dengan ibu hamil yang
mempunyai penyakit
kencing manis. Jadi
mungkin es ini diminum
oleh ibu hamil yang
memang dengan riwayat
penyakit kencing manis.
Jadi bukan minum es lalu
menyebabkan bayi besar
karena air es akan
dikeluarkan oleh tubuh
sebagai keringat atau air
seni.
5. Makanan pedas akan
menyebabkan bayi lahir
dengan bercak kulit
kemerahan atau berkulit
lebih gelap.
Mitos: Makan makanan
pedas saat hamil akan
menyebabkan bayi lahir
dengan bercak kulit
kemerahan atau bayi
akan berkulit lebih gelap/
hitam.
Fakta: Sekali lagi warna
kulit seseorang tidak
ditentukan oleh makanan
pedas, tapi factor genetic
dari orang tuanya. Dan
faktanya bahwa makan
makanan pedas saat
hamil, membuat rasa tak
enak di perut apalagi bila
anda sedang mual, jadi
bukan karena
menyebabkan bercak
kemerahan pada kulit.
…ingatlah untuk selalu
mendapatkan fakta dan
kebenaran secara medis
atau ilmiahnya …
Banyak lagi mitos
kehamilan lainnya yang
terdapat dalam
masyarakat kita. Ketika
anda sedang hamil dan
mendapatkan berbagai
nasihat atau pantangan,
ingatlah untuk selalu
mendapatkan fakta dan
kebenaran secara medis
atau ilmiahnya. Anda
dapat bertanya kepada
dokter anda untuk
memastikannya sebelum
anda hanya sekedar
mengikutinya saja.
mitos kehamilan wanita
hamil, bolehkah ibu hamil
menjahit, mitos
pantangan ibu hamil,
pengaruh es pada
kehamilan, pandangan
islam tentang mitos
kehamilan, mitos hamil,
mitos pada masa
kehamilan, kehamilan
secara islam, kehamilan
dalam islam, efek jeruk
untuk kehamilan,
makalah mitos tentang
kehamilan, pantangan
buat orang hamil, MITOS
MAKANAN IBU HAMIL,
mitos pantangan saat
hamil, makalah mitos di
indonesia, muslimah
dalam masa kehamilan,
fakta mitos pantangan
makanan ibu hamil,
kehamilan menurut islam,
pantangan hamil islam,
jeruk akan meningkatkan
lendir pada bayi dan
resiko kuning pada bayi
baru lahir, nitos dan
fakta pada masa
kehamilan, mitos di masa
kehamilan, mitos
pantangan wanita hamil,
mitos dan fakta pada ibu
hamil, Mitos dalam masa
kehamilan, Mitos buat
org hamil, mitos bagi
wanita hamil, mitos
selama masa kehamilan,
minum air es akan
menyebabkan bayi besar
menurut agama islam,
mitos-mitos pada masa
kehamilan
06 Oktober jam 9:17 · Suka · Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Kalu bicara amit-
amit dan yang kurang
baik , memang itu tidak
boleh baik waktu hamil
atau tidak hamil.
wallohu'alam
p'ustad,srg sy dgr dr kiri
dan kanan bahkan dr
org2 tua dulu klo kita
sedang hamil jgn
mempersiapkan apapun
terlebih dahulu sebelum
usia kandungan
7bln..bagaimana
pandangan islam tentang
hal ini???
satu gy p'ustad..ketika
hamil katanya kita tdk
boleh bicarangan
sembarangan dan harus
bilang amit2 ketika
kelepasan ngomong
sesuatu..apa maksudnya
itu ya pa??terima kasih
p'jelasan'y..
wassalamualaikum wr
wb..
02 Oktober jam 13:08 · Suka
Tanya Jawab Masalah
Islam Waalaikum
salam,wr,wb.
Kehamilan adalah
karunia Allah dan nikmat
tersendiri bagi wanita.
Kebahagiaan yang
tentunya sangat
diidamkan oleh setiap
keluarga, kehadiran si
buah hati yang dinanti.
Saat seorang wanita
hamil, biasanya akan
banyak diberi nasihat
oleh kerabat, keluarga,
teman juga dari orang
sekelilingnya, tentang
pantangan dan keharusan
selama masa kehamilan.
Walaupun maksud
mereka adalah demi
kebaikan, tetapi tidak
semua dari nasihat
kehamilan itu benar
secara medis maupun
ilmiah. Karena
kebanyakan hanya
berdasarkan mitos atau
kepercayan turun-
temurun yang jauh dari
kenyataan.
Oleh karenanya bila anda
hamil sebaiknya selalu
menyampaikan informasi
yang anda dapatkan
kepada dokter atau
referensi buku yang
dapat dipercaya,
sehingga anda
mengetahui apa
kebenarannya. Jangan
hanya mengikuti sesuatu
yang anda sendiri tidak
mengetahui alasan dan
kenyataannya.
…Jangan hanya mengikuti
sesuatu yang anda sendiri
tidak mengetahui alasan
dan kenyataannya …
Inilah beberapa fakta
penangkis mitos seputar
kehamilan:
1. Tidak boleh memotong
atau menjahit baju.
Mitos: Tidak boleh
memotong atau menjahit
baju selama kehamilan
atau anak akan lahir
dengan bibir sumbing.
Fakta: Bibir sumbing
biasanya karena
pengaruh obat-obatan
yang diminum ibu saat
hamil, efek radiasi atau
faktor genetic. Oleh
karenanya x-ray tidak
dilakukan selama
kehamilan kecuali atas
indikasi tertentu.
2. Minuman dari kacang
kedelai (susu kacang)
akan membuat kulit bayi
berwarna putih.
Mitos: minum susu
kacang atau makanan
dari kacang kedelai akan
membuat bayi berkulit
putih.
Fakta: warna kulit
seseorang dipengaruhi
oleh faktor genetika ayah
dan ibunya, bukan dari
susu kedelai.
3. Jeruk akan
meningkatkan lendir
pada bayi dan resiko
kuning pada bayi baru
lahir.
Mitos: Jangan makan
jeruk terlalu sering akan
meningkatkan lendir
pada paru bayi dan resiko
kuning saat bayi lahir.
Fakta: Jeruk adalah
sumber vitamin C dan
serat yang baik.
4. Minum air es akan
menyebabkan bayi besar.
Mitos: Sering minum es
saat hamil menyebabkan
bayi besar dan akan sulit
lahir.
Fakta: Bayi besar
biasanya berhubungan
dengan ibu hamil yang
mempunyai penyakit
kencing manis. Jadi
mungkin es ini diminum
oleh ibu hamil yang
memang dengan riwayat
penyakit kencing manis.
Jadi bukan minum es lalu
menyebabkan bayi besar
karena air es akan
dikeluarkan oleh tubuh
sebagai keringat atau air
seni.
5. Makanan pedas akan
menyebabkan bayi lahir
dengan bercak kulit
kemerahan atau berkulit
lebih gelap.
Mitos: Makan makanan
pedas saat hamil akan
menyebabkan bayi lahir
dengan bercak kulit
kemerahan atau bayi
akan berkulit lebih gelap/
hitam.
Fakta: Sekali lagi warna
kulit seseorang tidak
ditentukan oleh makanan
pedas, tapi factor genetic
dari orang tuanya. Dan
faktanya bahwa makan
makanan pedas saat
hamil, membuat rasa tak
enak di perut apalagi bila
anda sedang mual, jadi
bukan karena
menyebabkan bercak
kemerahan pada kulit.
…ingatlah untuk selalu
mendapatkan fakta dan
kebenaran secara medis
atau ilmiahnya …
Banyak lagi mitos
kehamilan lainnya yang
terdapat dalam
masyarakat kita. Ketika
anda sedang hamil dan
mendapatkan berbagai
nasihat atau pantangan,
ingatlah untuk selalu
mendapatkan fakta dan
kebenaran secara medis
atau ilmiahnya. Anda
dapat bertanya kepada
dokter anda untuk
memastikannya sebelum
anda hanya sekedar
mengikutinya saja.
mitos kehamilan wanita
hamil, bolehkah ibu hamil
menjahit, mitos
pantangan ibu hamil,
pengaruh es pada
kehamilan, pandangan
islam tentang mitos
kehamilan, mitos hamil,
mitos pada masa
kehamilan, kehamilan
secara islam, kehamilan
dalam islam, efek jeruk
untuk kehamilan,
makalah mitos tentang
kehamilan, pantangan
buat orang hamil, MITOS
MAKANAN IBU HAMIL,
mitos pantangan saat
hamil, makalah mitos di
indonesia, muslimah
dalam masa kehamilan,
fakta mitos pantangan
makanan ibu hamil,
kehamilan menurut islam,
pantangan hamil islam,
jeruk akan meningkatkan
lendir pada bayi dan
resiko kuning pada bayi
baru lahir, nitos dan
fakta pada masa
kehamilan, mitos di masa
kehamilan, mitos
pantangan wanita hamil,
mitos dan fakta pada ibu
hamil, Mitos dalam masa
kehamilan, Mitos buat
org hamil, mitos bagi
wanita hamil, mitos
selama masa kehamilan,
minum air es akan
menyebabkan bayi besar
menurut agama islam,
mitos-mitos pada masa
kehamilan
06 Oktober jam 9:17 · Suka · Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Kalu bicara amit-
amit dan yang kurang
baik , memang itu tidak
boleh baik waktu hamil
atau tidak hamil.
wallohu'alam
Langganan:
Postingan (Atom)